Pesan Mendalam KH. Mashud Siroj Warnai Puncak Harlah ke-52 dan Muwada'ah MA/MTs NU Hasyim Asy'ari 01 Kudus
KUDUS – Suasana khidmat, haru, sekaligus membanggakan menyelimuti puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-52 sekaligus acara Muwada'ah (perpisahan/pelepasan) siswa-siswi kelas IX MTs dan kelas XII MA NU Hasyim Asy'ari 01 Kudus. Acara yang digelar pada bulan Dzulhijjah ini menjadi momen refleksi sekaligus pembuktian atas dedikasi madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlakul karimah dan mandiri.
Puncak acara Muwada'ah tahun ini terasa semakin istimewa dengan hadirnya tokoh agama terkemuka Alumni MA/MTs NU Hasyim Asy'ari 01 Kudus, KH. Mashud Siroj, S.H., M.H., yang memberikan mauidhoh hasanah (siraman rohani) kepada para lulusan, wali murid, serta seluruh dewan guru. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya menjaga adab dan kejujuran di tengah tantangan zaman yang semakin dinamis.
Beliau berpesan bahwa ijazah sejati seorang santri dan siswa madrasah adalah bagaimana mereka mampu menerapkan ilmu agamanya di tengah masyarakat, menjaga nama baik almamater, serta terus berbakti kepada orang tua dan guru (birrul walidain wa ta'dzimul asatidz). Pesan mendalam dari KH. Mashud Siroj ini menjadi bekal spiritual yang sangat berharga bagi para lulusan sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya atau terjun ke dunia masyarakat.
Keseimbangan Ilmu Agama dan Keterampilan Vokasional
Keunggulan MA/MTs NU Hasyim Asy'ari 01 Kudus tidak hanya berhenti pada pendidikan karakter dan agama. Rangkaian Harlah ke-52 ini juga menjadi panggung pembuktian kompetensi para siswa, salah satunya melalui unjuk karya dari kelas praktik keterampilan vokasional.
Sebagai madrasah yang adaptif terhadap kebutuhan zaman, sekolah terus mendorong kemandirian siswa melalui program keterampilan, seperti Tata Busana. Sepanjang tahun ajaran, para siswa diajarkan secara langsung proses mendesain, mengukur, memotong pola, hingga menjahit pakaian secara mandiri. Keterampilan praktis ini membuktikan bahwa lulusan madrasah juga siap bersaing dan memiliki jiwa kewirausahaan (entrepreneurship).
Sinergi antara kuatnya penanaman nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah—seperti yang disampaikan oleh KH. Mashud Siroj—dengan pembekalan keterampilan hidup (life skills) yang nyata, menjadikan lulusan MA/MTs NU Hasyim Asy'ari 01 Kudus sebagai generasi yang tafaqquh fiddin (paham agama) sekaligus berdaya saing di dunia kerja maupun usaha.
Memasuki usianya yang lebih dari setengah abad, MA/MTs NU Hasyim Asy'ari 01 Kudus berkomitmen untuk terus berinovasi, meningkatkan fasilitas, dan menyempurnakan kurikulum agar senantiasa relevan. Selamat jalan para lulusan kelas IX dan XII, kepakkan sayapmu luas-luas, namun tetap jadikan madrasah sebagai rumah kembalimu.
Referensi & Nilai Edukasi
Tujuan Pendidikan Nasional & Madrasah: Konsep pendidikan yang diterapkan sejalan dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, di mana pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Integrasi Ilmu (IPTEK & IMTAK): Kegiatan praktik Tata Busana mewakili penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi/Keterampilan (IPTEK), sementara tausiyah KH. Mashud Siroj mewakili penguatan Iman dan Takwa (IMTAK), yang merupakan cita-cita utama pendidikan madrasah di Indonesia.





Luar biasa
BalasHapus